SABLON MANUAL VS SABLON DIGITAL

Dalam artikel kali ini, akan membahas perbedaan antara sablon manual dan digital. Dimulai dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing tekhnik sablon. Penting dibaca untuk pemula yang berniat buka usaha usaha sablon atau pengusaha sablon manual yang berniat mengembangkan usaha sablon digital usaha sablon digital dan berinvestasi dengan mesin sablon digital.

Penggunaan teknik sablon kaos yang tepat tentu paling diharapkan. Terutama untuk kallian yang mendalami industri fashion pada umumnya, atau yang menyediakan keperluan baju sablon.

Dalam bisnis kaos, rata-rata yang sangat dicari adalah kaos yang memiliki desain yang sudah di sablon. Dibandingkan dengan kaos polos, meskipun tidak banyak permintaan juga.

Desaian sablon kaos dapat mengindikasi karakter pemakai dan membuat seseorang tampak lebih unik dan kreatif. Dan tentu saja, akan terlihat menarik.

Ketika berkata tentang teknik sablon, terdapat 2 jenis teknik utama yang dapat kita jadikan pembeda mendasar dalam industri pembuatan sablon kaos dan pakaian. Yaitu teknik sablon manual vs sablon digital.

Ada sejumlah perbedaan mendasar antara kedua teknik ini, yang tidak selalu terbatas pada proses pembuatannya saja. Tetapi juga terlihatt dalam hal fleksibilitas, daya tahan, biaya produksi, pilihan bahan, dll.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai perbedaan sablon manual vs digital, ada baiknya mengetahui penjelasan singkat tentang kedua teknik tersebut. Sehingga kalian bisa memahaminya dengan lebih baik.

Pengertian Sablon Manual

Sablon manual adalah teknik sablon yang menggunakan alat yang dinamakan layar (screen), yang terdapat dalam berbagai bentuk, ketebalan, ukuran dan juga jaring tipis dan tebal dari alat yang cocok dengan keperluan kalian.

Kebutuhan yang dimaksud di sini adalah perbedaan bahan berkaitan dengan bidang yang akan diproyeksikan. Tetapi untuk sablon kaos yang umumnya digunakan adalah jenis screen 48T hingga 90T. Dimana screen tersebut mempunyai lubang pori dalam jaringan yang lumayan besar.

 

Baca juga: Sablon plastisol

sablon digital & manual

Screen tersebut sendiri adalah alat yang umumnya memiliki bentuk persegi. Memiliki bingkai yang terbuat dari kayu atau alumunium. Dan di tengahnya terdapat jaring sutra dengan pori-pori yang kepadatannya berbeda.

Proses Pengerjaan Sablon Manual

Proses sablon manual ini,  seperti namanya, dilakukan secara manual. Mulai dari membuat gabungan warna, menciptakan area yang ingin di desain pada baju atau kaos. Yang fungsinya menutupi bahan dengan warna baju memakai layar yang telah dijelaskan diatas. Nah, berikut ini adalah tahapan-tahapan proses pengerjaan dalam sablon manual.

1.Proses pre-press

Dalam proses prepress ini ada sejumlah langkah yang harus dilakukan. Yaitu proses desain, proses penciptaan film atau klise sablon dan yang terakhir adalah proses templat atau yang biasa dikenal dengan afdruk. Berikut penjelasan lebih lengkapnya

Proses desain

Dalam proses desain ini, pertama-tama pikirkan gagasan untuk desain atau gambar yang akan digunakan. Ide-ide kalian akan dituangkan dalam bentuk visualisasi hingga ide-ide kalian memiliki bentuk fisik.

Setelah memiliki gagasan untuk gambar atau desain, lanjutkan ke tahap pembuatan desain atau gambar. Kalian dapat menggunakan desain atau gambar yang telah ada namun diedit terlebih dahulu hingga hasilnya lebih mantap. Biasanya, saat membuat atau mengeditnya dilakukan memnggunakan komputer atau laptop. Program yang biasa digunakan dalam membuat atau pengeditan umumnya menggunakan program Adobe Photoshop atau Corel Draw. Kalian bisa pilih salah satu.

Proses pembuatan film atau klise sablon

Setelah desain selesai dan siap untuk dicetak, proses selanjutnya adalah merubah desain atau gambar menjadi klise film atau sablon yang siap dicetak menurut masing-masing warna.

Templat atau proses afdruk

Kemudian, jika kalian sudah selesai menyiapkan klise film atau sablon, tahap selanjutnya adalah memindahkan gambar atau desain yang sudah dicetak pada film sablon ke screen. Prosesnya lebih dikenal dengan proses afdruk.

Setelah persiapan selesai, kalian harus mulai meyiapkan meja yang akan kalian gunakan. Karena tahapan ini sangat penting ketika  proses pencetakan telah dimulai. Kemudian, saat kalian sedang dalam proses pencetakan tanpa merasa tidak nyaman saat melakukan pekerjaan lain, seperti tinta yang kalian gunakan sudah habis, atau tak sempat menyiapkan wadah untuk mengeringkan media cetak.

2. Proses Pencetakan

Saat mencetak, kalian harus memperhatikan saat menggunakan teknik menyapu menyapu dengan benar. Karena proses pencetakannya sangat sederhana, yaitu mentransfer tinta ke media yang di inginkan dengan menggunakan kain saring atau yang biasa dikenal dengan screen.

Karena itu, lebih baik jika kalian memahami dan mempelajari sifat tinta yang digunakan untuk menncetak, karena setiap tinta memiliki ciri khas yang berbeda. Kriteria yang perlu kalian ketahui adalah, pada kecepatan pengeringan tinta yang mengering lebih cepat pada layar akan menjadi hambatan dalam proses pencetakan. kalian harus mencuci bagian belakang kain saring atau layar tersumbat karena tinta kering. Jika tidak dibersihkan untuk hasil lebih banyak dari menggunakan layar, itu tidak akan terbentuk dengan sempurna.

Untuk memakai teknik sablon manual, lebih baik menggunakan tintan sablon plastik, karena ciri khas tinta sablon tidak mudah kering. Kemudian, setelah digunakan di layar, sisa tinta sablon mudah dibersihkan. Meskipun tinta didiamkan di layar untuk waktu yang lama, itu membutuhkan waktu lama untuk mengering. Karena untuk mengeringkannya perlu menggunakan proses curing.

3.Proses pasca pencetakan

Setelah menyelesaikan proses pencetakan, masih ada satu tahap proses lagi. Yaitu, proses pengeringan, dalam proses ini terdapat tiga jenis proses, proses yang akan disampaikan satu per satu secara umum. Jadi kamu bisa dengan mudah mengerti. Inilah prosesnya:

Drying

Tinta yang sudah dicetak membutuhkan waktu untuk mengering dengan benar. Karena itu, jika kalian menyentuhnya dan menahannya, rasanya sudah kering bukan berarti tinta tersebut kering. Itulah sebabnya disini menjelaskan bahwa kalian harus memahami sifat dari setiap tinta cetak layar. Karena beberapa tinta sablon membutuhkan pengeringan dengan memakai alat tambahan.

Curing

Proses pengeringan ini membutuhkan alat tambahan untuk proses ini. Proses ini sering dilakukan saat tinta sablon tertentu digunakan, seperti tinta sablon plastisol. Jenia sablon tinta ini harus melalui proses pengeringan dengan memanaskannya pada suhu tertentu, yang harus sangat panas (Sekitar 143 derajat celcius sampai 166 derajat celcius). Alat yang digunakan adalah pemanas instan atau mesin konveyor. Mereka yang memakai mesin pengepres panas adalah tinta sablon yang terbuat dari karet atau GL atau karet dengan suhu panas selama 110 derajat celcius hingga 130 derajat celcius. Jika kalian tidak terlalu menyimak proses ini, hasilnya tidak akan maksimal. Hasil cetak pun menunjukan banyak cacat.

Burning

Proses ini, yang juga biasa dinamakan pengopenan, memerlukan metode tertentu untuk proses tersebut. Proses ini sebetulnya sama dengan proses pembuatan kue, yang dipanggang hingga tinta mengering sepenuhnya.

Pengertian Sablon Digital

Digital sablon adalah proses yang terutama dilakukan oleh komputer dan printer, di mana kegunaannya kurang lebih selalu operator dari dua perlengkapan dan beberapa fungsi lainnya.

Ada dua jenis sablon digital pada umunya, yakni bahwa proses memperbaiki sablon masih harus dilaukan secara manual dengan panas tekan dan mesin kertas transfer, serta proses sablon dilakukan langsung pada baju dengan printer DTG (Direct to Garmet).

Proses Pengerjaan Sablon Digital

Pada tipe pertama, desain sablon akan dicetak melalui komputer dan memakai mesin cetak yang telah diisi tinta khusus pada selembar kertas dalam bentuk terbalik (terpantul), yang lantas akan dicetak pada baju, yang sudah dilapisi dengan kertas transfer, maka akan ditekan dengan mesin pemanas (heat press) hingga desain bergerak dalam bentuk normal dari bahan baju.

Sedangkan untuk jenis kedua sablon digital, proses pencetakan akan menggunakan komputer dan printer DTG, dimana kaos yang dicetak akan ditempatkan di printer, dan akan segera dicetak tanpa melalui perantara, maka kaos akan ditekan dengan mesin pemanas. Sablon benar-benar menempel.

Perbedaan Sablon Manual VS Sablon Digital

Setelah kalian mengetahui pemahaman dan bagaimana kedua jenis sablon bekerja, Berikut keterangan tentang perbedaan antara sablon manual dan digital, menurut 8 faktor, yakni sebagai berikut:

1.Jumlah biaya yang dikeluarkan

Dalam hal biaya yang dikeluarkan untuk tiap jenis sablon, ada sejumlah keuntungan dan kerugian dari keduanya yang perlu kalian ketahui sebelum memilih mana yang akan digunakan.

Dalam sablon manual, biaya yang dikeluarkan  untuk bekerja dengan 1 potong kaos akan lebih mahal dibandingkan dengan sablon digital, tetapi jika kalian ingin memesan kaos dalam jumlah banyak, maka sablon manual akan jauh lebih murah.

sablon digital & sablon manual

Kenapa begitu? Karena tidak masalah berapa banyak kaos yang ingin kalian cetak, dalam sablon manual kalian masih harus menyiapkan tinta dengan jumlah yang kira-kira sama untuk satu baju atau beberapa kaos, dan kalian masih harus menyiapkan layar, dan biaya pencetakan sablon manual itu pun dihitung menurut jenis warna.

Sedangkan untuk sablon digital, bekerja dengan kaos atau apa pun bisa dilakukan dalam waktu yang relatif ceppat, namun investasi yang dibutuhkan untuk membeli printer dan komputer, dan juga biaya perawatan kedua perangkat, akan jauh lebih mahal, hingga penyedia tampilan digital tidak begitu mudah untuk disediakan. Diskon untuk pemesanan jumlah besar.

2.Kompleksitas teknik  pengerjaan sablon

Perbedaan antara sablon manual dan digital adalah kompleksitas pekerjaan, yang tentu saja akan mempengaruhi poin pertama di atas, yaitu, biaya yang dibutuhkan untuk menyaring 1 kaos.

Untuk sablon manual, prosesnya akan lebih rumit menilik kalian memerlukan sejumlah peralatan terpisah dan kalian harus mencetak desain sablon secara manual tanpa pertolongan mesin cetak atau komputer.

Pengalaman dan kemampuan sangat dibutuhkan dalam sablon manual. Karena jika terus ada satu kesalahan, proses sablon akan diulang lagi dari awal, dan bahkan akan memerlukan peralatan baru jika terjadi kerusakan.

Bukannya tidak mungkin dalam sablon digital, namun delam digital prosesnya relatif lebih simple karena selalu mengoperasikan printer dan komputer, dan jika terjadi kesalahan, prosesnya bisa diulang lebih cepat.

3.Waktu pengerjaan yang dibutuhkan

Waktu yang dibutuhkan untuk sablon manual menciptakan jenis sablon ini kurang unggul di bidang ini, dan jika kalian yang memerlukan satu atau sejumlah kaos dalam waktu singkat, kalian melulu boleh memakai sablon digital.

4.Ukuran desain yang akan dibuat

Dimensi atau area desain yang bisa dicetak atau dicetak dilayar akan lebih terbatas pada pencetakan layar digital, karena mereka akan sangat bergantung pada dimensi printer yang digunakan, baik printer sublim dan DTG,

sablon digital & sablon manual

Sementara dalam pencetakan layar manual, dimensi layar yang menjangkau 40×50 cm cukup andal untuk mencetak desain yang memerlukan dimensi besar. Jika kalian mencetaknya terlebih dahulu pada kain sebelum menjahitnya pada T-Shirt, praktis tidak ada batasan penggunaan sablon manual.

5.Kompleksitas desain sablon

Berbicara mengenai kompleksitas desain dalam lingkup perbedaan antara percetakan layar manual dan digital. Ini memang relatif dan sangat tergantung pada keperluan anda, serta pengalaman mereka yang bekerja dalam percetakan layar.

Hampir tidak ada desain yang tidak dapat dilakukan dengan sablon manual. Kevuali jika kalian ingin mencetak foto pada baju. Yang bisa dilakukan dengan sablon digital untuk menghasilkan kualitas yang sama.

Sisanya akan tergantung pada jenis tinta sablon dan juga pada keterampilan pekerja sablon manual untuk merealisasikan teknik tertentu untuk mendapatkan desain yang di inginkan.

Secara umum, untuk pencetakan digital, pencetakan akan dilakukan apa adanya sesuai dengan file desain yang kalian berikan. Sedangkan dalam pencetakan layar manual tersebut akan tergantung pada beberapa faktor yang disebutkan diatas. Tetapi tidak tergantung pada kualitas file, yang kalian berikan (kecuali desain file terlalu jelek atau berkualitas buruk)

6.Jenis bahan kaos yang dipilih

Untuk jenis bahan kaos polos yang bisa digunakan, sablon manual akan jauh lebih luwes dan bisa dicetak pada seluruh jenis bahan. Tergantung pada jenis tinta yang digunakan, Tetapi dalam sablon digital umumnya akan lebih optimal jika kalian memakai kapas 100%, juga dikenal sebagai kapas.

7.Kualitas jenis warna yang dipakai

Berbicara tentang kualitas warna, ini juga akan tergantung pada banyak faktor. Yang pertama adalah jenis tinta dan keterampilan pekerja untuk sablon manual, serta jenis printer dan tinta yang digunakan untuk sablon digital.

Secara umum, sablon digital akan memili ketebalan yang lebih tipis. Jadi, tergantung pada desain anda, kadang-kadang akan memuudar dibandingkan dengan sablon manual.

Sementara itu, untuk sablon manual, karena tingkat ketebalan dapat disesuaikan. Warna sablon umumnya akan lebih cerah dan lebih tebal, yang membuat desain kalian tampak lebih nyata.

8. Daya tahan hasil sablon

Terakhir, hal yang menjadi perbedaan antara sablon manual dan sablon digital, dan yang sering menjadi objek diskusi adalah masalah daya tahan tiap jenis sablon.

Banyak yang percaya bahwa sablon digital lebih awet dan sebaliknya. Tetapi pada nyatanya kedua jenis sablon bisa memiliki daya tahan yang baik tergantung pemakaian tinta, bahan kaos dan teknik pengerjaan yang sesuai.

Pilih Sablon Manual Apa Sablon Digital?

Pada kenyataannya, tidak ada kelebihan dan kekurangan ketika membandingkan sablon manual vs sablon digital. Karena semuanya akan tergantung pada kebutuhan dan masing- masing mempunyai kegunaan sendiri.

Info lebih lanjut mengenai sablon kaos, silahkan hubungi Admin WA Indopols Indonesia:

Admin 1: 0812- 9127- 5285

Admin 2: 0899- 9220- 828

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *